Jakarta Akan Banjir 3 M
JAKARTA, Investor Daily 22/2/2008
Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R. Van Nes memperkirakan Jakarta akan mengalami banjir air pasang laut hingga ketinggian 3 m pada 4 Juni 2008. Prediksi tersebut berdasarkan analisis yang mengacu pada keberadaan matahari dan bulan.
"Air pasang bakal terjadi di Jakarta bagian utara hingga ketinggian 3 m pada Juni 2008," kata Nes, usai menemui Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Prijanto, di Balai Kota Jakata, Kamis (6/12). Menurut konsultan dari Belanda tersebut, meningkatnya ketinggian air tersebut merupakan siklus 18,5 tahunan. Ketika itu, antara matahari dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karenanya, Nes menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan sistem informasi terhadap masyarakat.
"Apabila informasi terkoordinasi dan cepat diterima masyarakat, diharapkan dampak buruk banjir dapat diminimalisasi, " kata Nes bersama Jakarta Flood Team (JFT). Soal itu, Wagub Prijanto mengatakan, informasi yang dikemukakan Nes tidak ada sesutu yang baru bagi Kota Jakarta. Terutama, rekomendasi yang diajukan agar warga Jakarta waspada terhadap bahaya banjir. Untuk mengantisipasi banjir pasang air laut, kata Prijanto, Pemprov DKI telah menyediakan anggaran sebesar Rp. 15 miliar. Dana tersebut dipakai untuk membuat tanggul pengaman.
"Kami juga siapkan perahu karet dan pelaksanaanya sudah tidak sentralisasi lagi," kilahnya. Tak Butuh Lahan Menurut Aart R. Van Nes, untuk mengatasi banjir di kota Jakarta tidak dibutuhkan pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir. Hal tersebut terbukti, apabila saluran drainase di kota Jakarta
berfungsi minimal 50% saja. Karena itu, sedimen yang mengendap di saluran air harus dikeruk.
"Kalau sudah memelihara sistem saluran air, maka tidak lagi dibutuhkan pembebasan tanah," ucapnya. Insiyur Belanda ini mengakui, proses pengerukan sedimentasi saluran air besar khususnya tidak mudah dilakukan. Pasalnya, saluran air tersebut melintang di berbagai tempat dan wilayah daerah lainnya. Karenanya, kata dia, perlu campur tangan pemerintah pusat.
Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, Aart R. Van Nes mengaku telah memiliki proyek percontohan di Kelurahan Petogogan Selatan, Jakarta Pusat dan di Tomang, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi mengantisipasi bahaya banjir. Dengan demikian masyarakat mulai terlatih bila banjir tiba.
"Masyarakat berpartisipasi dan selaras dengan lingkungan. Misalnya ketika air yang datang tinggi, telah terbiasa mematikan listrik dan membantu anak kecil terlebih dahulu," ucapnya. (har)
Wah sepertinya iklan OkeZone yang mengatakan jakarta terapung bakal terjadi jika tidak segera diatasi masalah ini. Memang pemerintah yang kurang tanggap dan tidak memiliki master plan yang baik dalam perencanaan dan tata kota bisa mengakibatkan terjadinya bencana seperti ini di kemudian hari. Ditambah lagi masyarakat yang kurang memperdulikan kebersihan dan sistem drainase lingkungannya.
Ayo kembali hidupkan semangat gotong royong dan kerja bakti untuk membersihkan selokan-selokan dan saluran-saluran air di lingkungan kita. Jika bukan kita siapa lagi ?



2 Responses to “Jakarta Akan Banjir 3 M”
By eenx on Feb 27, 2008 | Reply
Kok bisa sama ya themes wordpressnya.
By admin on Feb 28, 2008 | Reply
namanya juga gratisan dan GPL
any way thank’s yaa buat commentnya