Free Web Hosting

Liburan 17 Agustus 2008

Written on August 20, 2008 – 10:05 pm | by admin |

Merdeka … Merdeka … Merdeka !!! 63 tahun bangsa ini telah merdeka, tapi masihkah semangat kemerdekaan saat ini masih sama dengan 63 tahun yang lalu. Masihkah para pemimpin di negeri ini mewarisi semangat kepahlawanan dan cita-cita para pejuang kemerdekaan. Agustusan kali ini kebetulan kami sekeluarga bisa mudik ke kampung halaman di Tulungagung (TA) sehingga bisa menikmati kemeriahan perayaan kemerdekaan yang sudah lama tidak kami nikmati.

Hampir seminggu kami berada di TA, akhirnya kami harus kembali ke Denpasar (DPS) tapi terlebih dahulu kami harus mampir ke Surabaya (SBY) untuk menghadiri resepsi pernikahan Bro Desta sekaligus menjenguk Pak Dhe di daerah Gedangan.

Di SBY kami sempatkan diri untuk menikmati sarana transportasi yang merakyat ini (baca: kereta api) sambil mencari dagangan di Pasar Kapasan dan Pabean. Dengan perjalanan kurang lebih 1/2 jam naik KA Penataran dari stasiun Gedangan sampai ke stasiun Semut. Terakhir kali naik KA bulan Agustus tahun 2001, ternyata 7 tahun  hampir tidak ada yang berubah, kondisi rel, jadwal yang sering molor sampai kondisi kereta apinya yang jauh dari nyaman.

Kenapa yaa transportasi kita yang satu ini tidak bisa seperti yang ada di negeri tetangga Malaysia maupun Singapura. Apa kita memang tidak mampu, semoga aja kita memang mampu dan berani untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Kembali ke soal dagangan, ternyata Pasar Kapasan dan Pabean ini memang pusatnya grosir pakaian dewasa maupun anak-anak yang cukup lengkap dengan harga yang sangat murah, sehingga tidak bisa dipungkiri banyak pedagang yang kulak-an pakaian di sini. Bahkan Mbak Yu kami yang ada di Malang sampai kulak-an juga di sini.

Tidak lupa kami menikmati hidangan Tahu Campur yang satu ini, rasanya enak banget namun sayang ndak ada kikil atau cingurnya. Memang ndak menyalahkan juga lha wong harganya cuma Rp. 3000,- doank.

Selesai kulak-an kami langsung balik lagi ke rumah Pak Dhe dengan naik komuter jurusan Semut-Porong, kali bisa sedikit tersenyum karena bisa dapat tempat duduk sambil menikmati Es Sari Kedele.

Rencananya kami ingin pergi ke lokasi lumpur Lapindo untuk melihat secara langsung fenomena alam yang membawa penderitaan warga sekitar bencana, tapi kasihan si Vander udah kecapean dan tidur terus sampai stasiun Wonokromo, apalagi entar sore langsung pulang ke DPS naik travel. Begitulah sekilas perjalanan kami di kota SBY di hari kemerdekaan ini.

Post a Comment

Quotes Of The Day

Loading Quotes...

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :