What Is Direct Selling
Akhir-akhir ini sering saya membaca di berbagai majalah atau internet salah satu bentuk atau model marketing yang namanya direct selling (DS). Di situ dikatakan DS ini akan menjadi model marketing yang paling efektif, efisien dan memberikan keuntungan yang banyak sehingga banyak perusahaan-perusahaan besar maupun kecil akan menerapkannya dalam memasarkan produk mereka ke masyarakat. Berikut ini salah satu kutipan tentang direct selling yang saya ambil dari website www.directsellingfestival.com
Direct selling is a dynamic, vibrant, rapidly expanding channel of distribution for the marketing of products and services directly to consumers.
In today’s world, products and services are mainly sold through enormous marketing and advertising campaigns after passing certain channels of distribution. This method involves high costs which the customers need to cover later in the form of high-prices.
However, Direct Selling is the sale of a consumer product or service, person-to-person, away from a fixed retail location. These products and services are marketed to customers by independent salespeople. Products are sold primarily through in-home product demonstrations, parties and one-on-one selling. It’s driven mainly by the power of word-of-mouth advertising, which has proved to be the most effective over the years.
Karena semakin penasaran akhirnya saya cari pula informasi di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) yang konon merupakan organisasi yang membawahi dan mengatur regulasi seluruh perusahaan dengan sistem DS di Indonesia. Karena diharapkan dengan terbentuknya organisasi ini masyarakat tidak mudah tertipu dengan perusahaan-perusahaan yang mengaku DS tetapi ternyata hanya sebuah perusahaan berbentuk Money Game atau Sistem Piramida yang akan merugikan masyarakat.
Ingin tahu lebih detil tentang apa itu Direct Selling dan Sistem Piramida berikut penjelasannya:
Direct Selling (Penjualan Langsung)
Metode penjualan barang dan/atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka di luar lokasi eceran tetap oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh Mitra Usaha dan bekerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan dan iuran keanggotaan yang wajar.
Apa Saja yang termasuk Direct Selling?
-
Single Level Marketing (Pemasaran Satu Tingkat), maksudnya adalah : Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk satu tingkat, dimana Mitra Usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri.
-
Multi Level Marketing (Pemasaran Multi Tingkat), maksudnya adalah : Metode pemasaran barang dan/atau jasa dari sistem Penjualan Langsung melalui program pemasaran berbentuk lebih dari satu tingkat, dimana mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang dan/atau jasa yang dilakukannya sendiri dan anggota jaringan di dalam kelompoknya.
Bagaimana kita mengetahui perusahaan yang melakukan penjualan langsung dengan benar ?
-
Mitra usaha hanya boleh membeli keanggotaan dari perusahaan satu kali saja.
-
Perusahaan tidak boleh memberikan keuntungan kepada Mitra Usaha hanya atas hasil rekrut anggota baru.
-
Di perusahaan, harus ada barang atau jasa yang diperdagangkan dan dipergunakan oleh konsumen.
-
Barang tidak dipergunakan sekedar sebagai kedok, yang akan terlihat bila barangnya dijual dengan harga yang tidak wajar.
-
Keuntungan atau laba yang diperoleh anggota adalah terutama berdasarkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen, bukan dari rekruting anggota baru.
-
Ada pelatihan tentang pengetahuan produk dan cara menjual kepada mitra usaha.
-
Ada buy back guarantee (jaminan beli kembali setelah diperhitungkan semua biaya-biaya terkait) dari perusahaan atas produk atau inventory yang masih layak jual milik anggota bila anggota mengundurkan diri dari perusahaan.
Sistem Piramida
Di Indonesia saat ini telah berkembang Penjualan Langsung melalui sistim Piramida. Sistem piramida ini secara sepintas mirip Multi Level Marketing dan cukup banyak orang telah melibatkan diri sebagai anggota, lebih tepat disebut bahwa sistem ini berkedok Multi Level Marketing.
Sistem Piramida, yang menawarkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar dengan sedikit usaha, sebenarnya telah pula dijalankan di Taiwan, Amerika Serikat, Malaysia dan lain-lain negara, tetapi sehubungan dengan banyaknya pengaduan dari para anggotanya, kini di negara-negara tersebut sistem ini diawasi secara ketat oleh Pemerintah setempat karena dianggap merugikan dan meresahkan masyarakat luas. Diantara perusahaan-perusahaan tersebut banyak pula yang telah ditutup.
Aturan Sistem Piramida
-
Biaya Pendaftaran keanggotaan berikut paket produk, sangat mahal.
-
Harga jual produk-produknya juga sangat tinggi, ada yang bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat harga produk sejenis dipasaran.
-
Sistem dilakukan menyerupai Multi Level Marketing, tetapi tidak sama.
Misalnya masing-masing anggota dibatasi hanya boleh merekrut maksimum 2 orang. Dua orang tersebut, rekrut dua orang lain lagi dan seterusnya hingga terbentuk satu piramida juga cara-cara lain yang mirip cara ini, misalnya merekrut max. 3,4,5 anggota. -
Satu orang anggota boleh ?membeli? lebih dari 1 keanggotaan (disebut kavling).
-
Imbalan diberikan berdasarkan tersusunnya satu jaringan berbentuk piramida dengan jumlah orang dalam format tertentu; imbalan bukan berdasarkan presentasi atas volume penjualan dan tidak ada unsur harus memasarkan produk sampai kepada konsumen.
-
Masa keanggotaan kadangkala berlangsung sangat singkat (hanya sampai dengan terbentuknya suatu format tertentu). Berbeda dengan perusahaan penjualan langsung, dimana anggota dapat aktif minimal 1 tahun atau bahkan seumur hidup.
-
Program pemasaran (Marketing Plan) skema piramida sangat rumit dan susah dipelajari. Titik berat pada rekruting, bukan pada penjualan.
Apa bedanya dengan bisnis penjualan langsung?
Dalam dunia penjualan langsung, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional, terdapat 3 sistem yang telah berjalan sangat lama, yaitu sistem konvensional atau Single Level Marketing (termasuk party plan), sistem Limited Level dan sistem Multi Level atau Multi Level Marketing.
-
Semuanya sama-sama membuka peluang berpenghasilan bagi siapa saja yang mau berusaha berdasarkan kerjasama kemitraan.
-
Landasan bisnisnya sama-sama terdiri dari 3 hal, yaitu merekrut, mendidik, dan memotivasi para mitra usaha yang lazim disebut Distributor atau Dealer. Semuanya sama-sama mengenakan biaya pendaftaran keanggotaan kepada para Distributor/Dealernya dengan nilai yang pantas sesuai dengan starter kit yang diperoleh.
-
Semuanya sama-sama memiliki sejumlah produk (barang atau jasa) dengan harga yang masuk akal untuk dijual melalui para Distributor/Dealer sampai ke tangan konsumen. Berdasarkan volume penjualan yang dicapai, para Distributor/Dealer memperoleh imbalan berupa komisi beserta insentif dan berbagai hadiah yang menarik yang jumlah dan besarnya tidak terbatas.
-
Semuanya sama-sama memberlakukan sistem dimana seorang anggota hanya mendapatkan satu keanggotaan dan tidak boleh lebih.
-
Bagi Distributor/Dealer yang aktif bekerja peluang berpenghasilan sudah pasti ada.
-
Program pemasaran (Marketing Plan) sederhana dan transparan.
Keuntungan-Keuntungan Direct Selling
-
DS adalah cara yang baik untuk bertemu dan bersosialisasi dengan orang lain.
-
DS menawarkan jam kerja yang jauh lebih fleksibel tergantung bagaimana kita mengatur waktu.
-
DS merupakan cara yang baik untuk mendapatkan pendapatan sampingan selain dari kerja full time kita.
-
DS juga cara yang baik bagi siapa saja yang ingin memiliki bisnis sendiri.
-
Penghasilan kita melalui DS seimbang dengan usaha yang kita lakukan.
-
Semua orang bisa melakukannya tanpa perlu tingkat pendidikan khusus, pengalaman, usia ataupun modal yang besar.
-
Di dalam DS Anda adalah seorang BOS, ini berarti
-
Anda bisa memutuskan bekerja secara full-time atau part-time.
-
Anda berhak memutuskan sendiri tujuan dan target yang ingin dicapai.
-
Pendapatan yang Anda peroleh sebanding sejauh mana Anda berusaha.
-
Anda memiliki bisnis sendiri dengan sedikit modal atau investasi.
-
Anda berhak mendapatkan training dari perusahaan di tempat Anda bergabung dalam DS.
-
Ok, semoga uraian di atas bisa memberikan pandangan kepada Anda tentang Direct Selling.
Referensi: www.directsellingfestival.com www.apli.or.id


